Satu tahun mendatang, Indonesia akan menggelar hajatan yang cukup besar, yaitu Pemilu atau Pemilihan Umum. Hajatan yang sangat menyita waktu dan tenaga serta uang tersebut akan diikuti oleh seluruh warga negara Indonesia tang telah berhak memilih termasuk mereka yang sedang berada di Luar Negeri.
Untuk tahun 2009 nanti, partai politik yang telah dipastikan ikut adalah sebanyak 34 partai baik yang lama maupun yang baru. Dengan 34 partai, dipastikan para pemilih akan merasa bingung untuk menentukan mana yang harus dipilihnya sebagai kendaraan untuk ikut menentukan masa depan Indonesia. Namun satu hal yang harus dibanggakan adalah betapa demokratisnya Indonesia, siapapun berhak dan boleh mendirikan partai politik, terlepas dari tujuannya asalkan memenuhi sarat dan ketentuan yang berlaku.
Tapi disisi lain, dengan makin banyaknya partai politik yang ikut dalam pemilu akan membuat masyarakat pemilih merasa bingung, jangankan untuk memilih salah satu partai, untuk menghapalnya saja akan merasa kesulitan apalagi ditambah dengan pertanyaan apakah kenal ketua partainya ? wallahualam....
Nah bagi partai politik, itu tentu menjadi kendala terbesar karena bagaimana mau meraih suara terbanyak kalau masyarakatnya sendiri tidak tahu nama, atau nomor partai yang akan dipilihnya, jadi bagi partai ini adalah pekerjaan besar agar partainya dikenal luas oleh masyarakat, caranya ? ya tentu dengan promosi besar-besaran atau kampanye secara kontinyu di berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Itu tentu membutuhkan biaya yang sangat besar, bisa milyaran rupiah. Darimana mereka mendapatkan dana sebesar itu ? selain bantuan dari pemerintah, mereka akan mendapatkan dana tentu dari iuran anggotanya atau para donatur, namun seberapa besar anggotanya yang akan ikut dalam iuran partai ? seberapa banyak donatur yang bersedia menggelontorkan uangnya untuk partai ?
Tak bisa kita pungkiri, setiap orang yang mengeluarkan uangnya tentu punya maksud dan tujuan tertentu atau mereka pasti punya hitung-hitungan agar uang yang dikeluarkannya bisa kembali dengan utuh atau malahan lebih, yang pasti para donatur tentu mengharapkan ada imbal baliknya, nah....kalau melihat hal seperti itu, tentu para donatur pasti akan memilih - milih partai yang sekiranya bisa menguntungkan mereka, dengan demikian hanya partai - partai yang sudah mapanlah yang akan menjadi tujuan para donatur menggelontorkan uangnya, sementara partai-partai baru ? entahlah..........


2 komentar:
what happened to the other one?
that's really cute..wish i had one too.
Posting Komentar